RSS

jangan gunakan kata Autis sebagai olok-olokan

10 Okt

Stop Penggunaan Kata Autis Sebagai Olok-Olokan

Saya pikir saya harus menuliskan ini; tentang arti sebuah kata, autis. Berawal dari seringnya saya mendengar orang-orang menyebut kata autis sebagai satu candaan atau bahan olok-olokan di antara kita. Entah itu dalam percakapan sehari-hari atau dalam komentar-komentar di dunia maya. Saya jadi gerah dibuatnya.

Saya yakin, kata autis yang digunakan sebagai bahan candaan itu berasal dari kata autisme. Lalu, apa arti kata autisme itu sendiri? Autisme adalah suatu kondisi mengenai seseorang sejak lahir ataupun saat masa balita, yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal. Akibatnya anak tersebut terisolasi dari manusia lain dan masuk dalam dunia repetitif, aktivitas, dan minat yang obsesif. (Baron-Cohen, 1993).

Jadi, autisme bukanlah penyakit, melainkan suatu kondisi. Bukan penyakit, melainkan suatu gangguan perkembangan yang terjadi pada seorang individu. Saya tidak akan membahas autisme secara detil dan ilmiah. Melalui tulisan ini, saya hanya mengimbau teman-teman untuk tidak lagi menggunakan kata autis sebagai bahan olok-olokan. Stop!

Secara umum, orang-orang memandang penderita autis adalah orang yang sibuk dengan dunianya sendiri, tidak bisa bersosialisasi, tidak bisa berkomunikasi dengan lingkungannya. Ya, sebagian pandangan itu benar. Akan tetapi, pernahkah terpikir oleh teman-teman bahwa mereka tidak pernah mau dilahirkan dengan kondisi seperti itu? Suatu kondisi yang kita anggap beda dengan kebanyakan kita. Suatu kondisi yang pelik dan terkadang sulit dipahami oleh sebagian besar kita juga.

Pernahkah teman-teman memposisikan diri sebagai orangtua anak dengan autisme? Tahukah teman-teman perasaan mereka? Sekali-kali teman-teman tempatkanlah diri teman-teman di posisi mereka. Sekali saja, resapi. Saya yakin, setelah itu teman-teman tidak akan menggunakan lagi kata autis sebagai bahan candaan atau olok-olokan.

Sedikit saja saya ulas, bahwa autisme sendiri masih menjadi perbincangan di kalangan ilmu-ilmu terkait. Berbagai teori tentang penyebab dan pengobatan (terapi) masih sering diperbincangkan. Menurut Power (1989) karakteristik anak dengan autisme adalah adanya gangguan dalam enam bidang yaitu:
1. interaksi sosial
2. komunikasi (bahasa dan bicara)
3. perilaku-emosi
4.pola bermain
5.gangguan sensorik-motorik, dan
6.terlambatnya perkembangan.

Kita tahu, kebanyakan anak-anak dengan autisme menyukai suatu pola repetitif tertentu. Misalnya, duduk sambil memajukan dan memundurkan badannya berulang-ulang, tiada henti memutar-mutar jarinya di dalam gelas, atau perilaku berulang lainnya. Selain itu, mereka kadang terikat pada suatu perilaku obsesif. Misalnya, suka sekali mengurutkan mainannya menjadi suatu barisan, menempatkan segala sesuatunya pada tempat-tempat tertentu dan tidak boleh berubah, atau dalam kegiatan makan memiliki pola urutan tertentu yang tidak boleh diganggu. Apabila dua bentuk perilaku tersebut (repetitif dan obsesif) terganggu, bisa jadi anak-anak ini marah dan tidak terkendali emosinya. Selain itu, kesulitan berkomunikasi yang mereka alami menyebabkan mereka seperti terisolasi dalam dunianya sendiri.

Orangtua mana yang tidak sedih melihat kondisi anaknya seperti itu? Jadi, alih-alih membuat hal ini semakin buruk, lebih baik kita sama-sama sosialisaikan hal ini; stop penggunaan kata autis sebagai bahan olok-olokan. Saya dengan jaringan saya, teman-teman dengan jaringan teman-teman. Jika satu orang menyebarkan hal ini ke sekian banyak orang lain, semoga semakin banyak orang yang menghentikan kebiasaan buruk ini. Dengan demikian, kita telah berempati kepada sesama. Kita telah berbuat baik kepada mereka.

Lalu, kenapa tidak kita mulai dari sekarang?

thank’ss…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 10 Oktober 2011 in EDUCATIAON, MOTIVASI, psychology

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: