RSS

40% mahasiswi di berlin siap JUAL DIRI !!

21 Sep

Satu dari tiga mahasiswi universitas di Berlin, Jerman mengaku tidak masalah jika harus menjadi pekerja seks komersial (PSK) untuk membantu biaya kuliah. Hal itu terungkap dalam survei Berlin Studies Centre yang diumumkan, Rabu (18/5).


Di Berlin yang melegalkan prostitusi, 40 persen dari 3.200 mahasiswi yang dijadikan sampel survei menyatakan tidak keberatan jika harus terjun ke industri seks baik sebagai PSK, penari erotis, atau pertunjukan seks melalui internet . Angka ini lebih tinggi dibanding hasil survei yang sama di Paris (29,2 persen) dan Kiev (18,5 persen).

Hasil survei ini cukup mengejutkan. Survei ini dilakukan setelah banyak laporan yang menyebutkan banyaknya mahasiswi yang terjun ke dunia prostitusi namun belum diketahui hubungannya dengan kebijakan pendidikan di Jerman.

“Motif utama mereka memasuki dunia prostitusi adalah mendapatkan dana tambahan karena upahnya cukup tinggi,” jelas Eva Blumenschein, mahasiswi Universitas Humbold Berlin yang terlibat dalam survei ini.

Blumenschein mengatakan reformasi pendidikan yang bertujuan mempercepat waktu studi mahasiswa diperkirakan menjadi penyebab utama mengapa banyak mahasiswa yang mempertimbangkan terjun ke dunia prostitusi.

“Ini sangat memungkinan karena reformasi pendidikan menambah beban bagi mahasiswa dan membuat mereka hanya memiliki sedikit waktu untuk mencari uang. Ditambah bayaran sekolah yang tinggi, membuat mereka memilih terjun ke dunia prostitusi,” jelasnya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 21 September 2011 in FAKTA UNIK

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: